Edukasi Import

Tips Menghitung Biaya Kargo Laut vs Udara: Mana yang Lebih Menguntungkan?

16 Feb, 2026 Oleh MJM Team
Tips Menghitung Biaya Kargo Laut vs Udara: Mana yang Lebih Menguntungkan?

RINGKASAN

Kargo laut lebih murah (mulai $800-$2.500/container) tapi lebih lambat (14-45 hari), sedangkan kargo udara lebih cepat (3-7 hari) tapi lebih mahal ($3-$8/kg). Pilih kargo laut untuk barang berat/besar, kargo udara untuk barang urgent/bernilai tinggi. MJM Cargo menyediakan layanan sea & air freight dengan tarif kompetitif.

Memilih antara kargo laut dan kargo udara bisa menjadi keputusan yang menentukan kesuksesan bisnis impor Anda. Artikel ini akan membahas tips menghitung biaya kargo laut vs udara dengan data terbaru 2024-2025, perbandingan lengkap, serta panduan praktis untuk memilih metode pengiriman yang paling menguntungkan.

Memahami Perbedaan Kargo Laut dan Kargo Udara

Apa itu Kargo Laut?

Kargo laut adalah metode pengiriman barang menggunakan kapal laut melalui jalur perairan. Metode ini cocok untuk pengiriman dalam jumlah besar dan tidak terburu-buru. Lihat detail lengkap layanan sea & air freight kami.

Apa itu Kargo Udara?

Kargo udara adalah metode pengiriman barang menggunakan pesawat terbang melalui jalur udara. Metode ini lebih cepat tetapi biasanya lebih mahal, cocok untuk barang-barang yang urgent atau bernilai tinggi.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Kargo

1. Berat dan Volume Barang

Biaya kargo sangat dipengaruhi oleh berat dan volume barang yang dikirim. Untuk kargo udara, perhitungan menggunakan chargeable weight (berat yang lebih besar antara actual weight dan volumetric weight).

Rumus Volumetric Weight:
Kargo Udara: Panjang × Lebar × Tinggi (cm) ÷ 6000
Kargo Laut: Panjang × Lebar × Tinggi (cm) ÷ 1000000 = Volume dalam CBM (Cubic Meter)

2. Jarak dan Rute Pengiriman

Semakin jauh jarak pengiriman, semakin tinggi biaya yang dikeluarkan. Rute yang populer biasanya lebih murah dibandingkan rute yang jarang dilayani.

3. Jenis Barang

Beberapa jenis barang memiliki tarif khusus:

  • Barang berbahaya (dangerous goods): Biaya lebih tinggi
  • Barang mudah rusak (perishable goods): Memerlukan penanganan khusus
  • Barang bernilai tinggi: Asuransi tambahan
  • Oversized cargo: Biaya tambahan untuk barang besar

4. Waktu Pengiriman

Kargo udara lebih cepat (3-7 hari) tetapi lebih mahal, sedangkan kargo laut lebih lambat (14-45 hari) tetapi lebih murah.

5. Biaya Tambahan

Jangan lupa memperhitungkan biaya tambahan seperti:

  • Biaya dokumen (documentation fee)
  • Biaya handling (handling fee)
  • Biaya asuransi (insurance)
  • Biaya storage (jika barang tertahan)
  • Biaya customs clearance
  • Fuel surcharge (biaya bahan bakar tambahan)

Cara Menghitung Biaya Kargo Laut (Data 2024-2025)

Komponen Biaya Kargo Laut

Berdasarkan data dari berbagai sumber shipping company dan forwarder, berikut komponen biaya kargo laut:

  • Ocean Freight - Biaya pengiriman laut utama
  • THC (Terminal Handling Charge) - Biaya penanganan di pelabuhan
  • Documentation Fee - Biaya dokumen
  • Seal Fee - Biaya segel kontainer
  • ISPS Fee - Biaya keamanan pelabuhan
  • Custom Clearance Fee - Biaya clearance bea cukai
  • Delivery Order Fee - Biaya pengambilan barang
  • Port Storage - Biaya penyimpanan di pelabuhan

Tarif Kargo Laut Terbaru 2024-2025

Rute China ke Indonesia:

  • Tarif Laut Umum: Mulai dari Rp 4.8 juta/CBM untuk barang umum dan tas
  • Tarif Laut Garment/Tekstil: Rp 7.3 - 7.5 juta/CBM
  • Tarif Laut Kosmetik: Rp 5.8 - 6.6 juta/CBM
  • Tarif Laut Fabric: Rp 8.5 juta/CBM

Contoh Perhitungan Kargo Laut (Rute China-Jakarta):
Misalnya Anda mengirim barang 6 CBM dari Ningbo ke Jakarta:

  • Ocean Freight: USD 20 × 6 CBM = USD 120 (± Rp 1.710.000)
  • THC (Terminal Handling Charge): Sekitar USD 150
  • Documentation Fee: USD 75-100
  • Custom Clearance: USD 200-250
  • Destination Documentation Fee: IDR 100.000
  • Biaya Tambahan Lainnya: EBS, ISPS, dll

Total Biaya Kargo Laut: Sekitar Rp 5-7 juta untuk 6 CBM (tergantung jenis barang)

Biaya Lokal Kargo Laut (Update 2024)

Berdasarkan data dari Hapag-Lloyd dan MSC:

  • Destination Documentation Fee: IDR 100.000 per B/L
  • Administration Fee Origin: IDR 250.000 per B/L
  • Print Copy Manifest Fee: IDR 500.000 (jika diperlukan)

Cara Menghitung Biaya Kargo Udara (Data 2024-2025)

Komponen Biaya Kargo Udara

Berdasarkan data dari berbagai sumber, berikut komponen biaya kargo udara:

  • Air Freight - Biaya pengiriman udara utama
  • Fuel Surcharge - Biaya tambahan bahan bakar (biasanya 20-30% dari base rate)
  • Security Surcharge - Biaya keamanan
  • Handling Fee - Biaya penanganan
  • Custom Clearance Fee - Biaya clearance bea cukai
  • Warehouse Fee - Biaya gudang
  • Delivery Fee - Biaya pengiriman lokal

Tarif Kargo Udara Terbaru 2024-2025

Rute China ke Indonesia:

  • Tarif Udara Umum: Mulai dari Rp 130.000/kg (HBF Cargo)
  • Tarif Udara Arjuna Express: Mulai dari Rp 185.000/kg
  • Tarif Udara Guangzhou: USD 5.5-5.9/kg (± Rp 85.000-91.000/kg)
  • Tarif Udara Shenzhen: USD 5-5.8/kg (± Rp 77.000-89.000/kg)

Contoh Perhitungan Kargo Udara (Rute China-Jakarta):
Misalnya Anda mengirim barang 100 kg dari China ke Jakarta:

  • Air Freight: Rp 130.000/kg × 100 kg = Rp 13.000.000
  • Fuel Surcharge: 27.5% × Rp 13.000.000 = Rp 3.575.000 (berdasarkan DHL rate Mei 2025)
  • Security Surcharge: Sekitar Rp 500.000
  • Handling Fee: Sekitar Rp 1.000.000
  • Custom Clearance: Sekitar Rp 2.000.000-3.000.000
  • Warehouse & Delivery Fee: Sekitar Rp 1.000.000

Total Biaya Kargo Udara: Sekitar Rp 20-22 juta untuk 100 kg

Fuel Surcharge Kargo Udara (Update 2024)

Berdasarkan data dari berbagai maskapai:

  • DHL International Fuel Surcharge (Mei 2025): 27.50%
  • FedEx Declared Value Surcharge: IDR 34.000 per IDR 1.375.000
  • Fuel surcharge biasanya berubah setiap bulan berdasarkan harga bahan bakar jet

Perbandingan Lengkap: Kargo Laut vs Kargo Udara (Data 2024)

Kecepatan Pengiriman

Aspek Kargo Laut Kargo Udara
Waktu Pengiriman 14-45 hari 3-7 hari
Kecepatan Lambat Sangat Cepat
Cocok untuk Barang tidak urgent Barang urgent

Biaya Pengiriman (Perbandingan Rute China-Indonesia)

Volume/Weight Kargo Laut Kargo Udara Selisih
1 CBM (≈167 kg) Rp 4.8-8.5 juta Rp 21.5-30.8 juta Rp 16.7-22.3 juta
6 CBM Rp 28.8-51 juta Rp 129-184.8 juta Rp 100.2-133.8 juta
100 kg Rp 2.9-5.1 juta Rp 20-22 juta Rp 17.1-16.9 juta

*Catatan: Harga kargo laut per CBM bervariasi tergantung jenis barang (umum, garment, kosmetik, dll)

Kapasitas dan Volume

Aspek Kargo Laut Kargo Udara
Kapasitas Sangat besar (kontainer 20ft/40ft) Terbatas (tergantung pesawat)
Jenis barang Semua jenis, termasuk oversized Terbatas untuk barang tertentu
Fleksibilitas Tinggi Rendah

Keamanan dan Risiko

Aspek Kargo Laut Kargo Udara
Risiko kerusakan Sedang (tergantung handling) Rendah (handling lebih baik)
Risiko kehilangan Rendah Sangat rendah
Tracking Tersedia Real-time tracking

Tips Memilih Kargo Laut vs Udara yang Tepat

Pilih Kargo Laut Jika:
  • Volume Barang Besar (>1 CBM atau >200 kg)
  • Tidak Terburu-buru (waktu pengiriman 2-6 minggu)
  • Budget Terbatas (mencari harga termurah)
  • Barang Tidak Mudah Rusak (barang tahan lama)
  • Barang Oversized (barang besar yang tidak muat pesawat)

Contoh Kasus: Mengimpor furniture, mesin industri, atau barang dalam jumlah besar dengan budget terbatas.

Pilih Kargo Udara Jika:
  • Volume Barang Kecil (<1 CBM atau <200 kg)
  • Sangat Urgent (butuh barang dalam 3-7 hari)
  • Barang Bernilai Tinggi (memerlukan keamanan ekstra)
  • Barang Mudah Rusak (perishable goods)
  • Sample atau Dokumen (barang kecil penting)

Contoh Kasus: Mengimpor sample produk, spare part urgent, atau barang elektronik bernilai tinggi.

Strategi Menghemat Biaya Kargo

1. Konsolidasi Barang

Gabungkan beberapa pengiriman kecil menjadi satu pengiriman besar untuk mendapatkan tarif yang lebih murah.

2. Pilih Waktu yang Tepat

Hindari musim peak season (akhir tahun, hari raya) karena tarif biasanya lebih tinggi. Operator sering menerapkan Kenaikan Tarif Umum (GRI) baru pada musim puncak.

3. Negosiasi dengan Forwarder

Jangan ragu untuk negosiasi tarif, terutama jika Anda sering mengirim barang atau dalam jumlah besar. Bandingkan minimal 3 quotes dari penyedia jasa.

4. Pertimbangkan Rute Alternatif

Kadang rute tidak langsung bisa lebih murah meskipun waktu pengiriman lebih lama.

5. Gunakan Forwarder Terpercaya

Pilih forwarder yang transparan dan tidak ada hidden cost. Perhatikan komponen biaya seperti THC, Documentation, Custom Clearance, dan Asuransi.

Kesalahan Umum dalam Menghitung Biaya Kargo

  1. Mengabaikan Biaya Tambahan: Banyak orang hanya memperhitungkan biaya freight utama dan melupakan biaya-biaya tambahan yang bisa signifikan seperti THC, documentation fee, dan custom clearance.
  2. Tidak Memperhitungkan Waktu: Biaya penyimpanan di pelabuhan/bandara bisa menambah biaya jika barang tidak segera diambil.
  3. Salah Menghitung Berat Volume: Tidak memperhitungkan volumetric weight bisa menyebabkan kejutan biaya di akhir.
  4. Tidak Membandingkan Opsi: Langsung memilih satu metode tanpa membandingkan kargo laut vs udara.
  5. Mengabaikan Asuransi: Tidak mengasuransikan barang berharga bisa berisiko besar jika terjadi kerusakan atau kehilangan.

Kesimpulan

Berdasarkan data terbaru 2024-2025, berikut kesimpulan perbandingan kargo laut vs kargo udara:

Kargo Laut Lebih Menguntungkan Jika:
  • Volume barang > 1 CBM
  • Budget terbatas
  • Waktu tidak terburu-buru
  • Tarif mulai dari Rp 4.8 juta/CBM untuk barang umum
Kargo Udara Lebih Menguntungkan Jika:
  • Volume barang < 1 CBM atau < 200 kg
  • Sangat urgent (butuh 3-7 hari)
  • Barang bernilai tinggi/mudah rusak
  • Tarif mulai dari Rp 130.000/kg

Dengan memahami tips menghitung biaya kargo laut vs udara ini dan menggunakan data aktual 2024-2025, Anda bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dan menguntungkan untuk bisnis impor Anda!

Butuh Informasi? Klik disini